Bismillahirrohmannirrohim

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya mudah-mudahan kamu bersyukur”

Qs. Ar Rum (30:46)

Assalamu Alaikum Wr.Wb. dan Salam Sejahtera....Selamat Datang di LM3 Ponpes Asy-Syifa Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan....Solusi Indonesia Hijau ..... Hijaukan Indonesia dengan Pertanian Terpadu Bebas Sampah .... Indonesia Integrated Farming Zero Waste...STOP GLOBAL WARMING

Kamis, 17 Maret 2011

Instalasi Pengelolaan Kompos Kota (IPKK) Suatu Peluang Bisnis


Rotary Kiln elektrik (RKE 1000L)
by: H.Asrul Hoesein_Posko Hijau

Alat mesin komposter (mesin dekomposer atau pengurai sampah organik) ukuran besar telah diuji cobakan sejak tahun 2004, dengan hasil mengagumkan. Komposter Biophoskko® Rotary Klin Manual RKM 1000L, misalnya, terbukti mampu mengolah sampah hingga 3 m3 (setara berat 1 ton) / batch produksi) . Kapasitas mesin ini berkemampuan merobah (melalui proses dekomposisi) sampah organik jadi kompos padat dan pupuk organik cair (POC) hanya 5 hari, atau lebih cepat 55 hari dibanding pengomposan secara tradisional/ konvensional (model bedeng atau open windrows) .

Kini, kelengkapan produksi kompos menggunakan Rotary Klin Biophoskko® untuk skala komunal atau komersial ini (melayani pengelolaan sampah keluaran beberapa RT, blok perumahan, RW, pasar, hotel, kantin-kantin pabrik dan kawasan komersial) telah makin maju dan modern. Bahan pembuatan mesin dibuat dari rangkaian bahan logam, fiber resin, exhaust fan, dan reducer bahkan terdapat pula Rotary Kiln elektrik (RKE 1000L) yang bisa digerakan dengan listrik maupun penggerak (engine mover) .

Melengkapi alat komposter diatas, guna menyiapkan bahan dalam pengomposan, terdapat pula mesin Pencacah Organik (MPO/ chopper) yang berfungsi menjadikan ukuran sampah semakin kecil, dan hal ini berguna untuk mempercepat laju dekomposisi (fermentasi) - karena meluasnya permukaan material sampah dan bahan organik. Selanjutnya, terdapat pula mesin pengayak kompos (screen tools ) guna memisahkan berbagai ukuran kompos.
Dengan adanya mesin Rotary Kiln telah mendorong lahirnya usaha Jasa Kebersihan (outdoor cleaning service) - misalnya komplek perumahan (Real Estate) , apartemen dan perkantoran. Karena terhadap sampah dari lingkungannya sendiri, resistensi (penolakan) masyarakat sekitar terhadap pengolahan sampah di sumbernya (model IPKK) ini lebih rendah dibanding terhadap proyek pengolahan sampah skala lebih besar seperti sampah satu kota - yang misalnya terkonsentrasi di suatu lokasi, sebagaimana suatu TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) .

Pengembangan usaha Jasa Kebersihan dalam satu IPKK pada level skala RT/ RW atau suatu komplek perumahan sejauh ini berjalan dengan baik, memberi keuntungan layak kepada pengelolanya, disamping aman dari penolakan (resistensi) masyarakat. Apalagi dengan berlakunya UU No 18/ 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang mewajibkan penghasil sampah mengelolanya baik secara mandiri maupun dikontrakan kepada pihak ketiga (rekanan) .
Dengan pilihan teknologi dalam mengelola sampah di lokasi dimana dihasilkan, menggunakan komposter Rotary Klin Manual (RKM 1000L) kapasitas 3 m3/ unit/ batch produksi 5 hari dalam suatu Instalasi IPKK sekurangnya diperlukan 5 unit Rotary Kiln RKM 1000L ditambah 1 unit pencacah MPO 500 HD kaps 3 m3/ hari dan 1 mesin pengayak MPK kapasitas 3 m3/ hari.
Dengan paket alat Instalasi Produksi Kompos Kota (IPKK) diatas, diperlukan modal investasi mulai Rp 97.000.000, - (harga tingkat pabrik Bandung dan diluar biaya bangunan peneduh tanpa dinding) . Investasi ini akan lebih besar jika pilihannya menggunakan mesin dengan tenaga engine atau listrik (elektrik) .

Paket mesin IPKK (model minimalis) diatas sudah memadai bagi pengelolaan 1 ton atau 3 m3 sampah/ hari atau mengelola sampah dari sekitar 200 rumah (1000 jiwa) secara terus menerus tanpa henti setiap hari. Paket investasi mesin ini pun akan menjadikan IPKK sebagai suatu usaha kecil (UKM) dalam menghasilkan 400 kg kompos ( 40 % dari berat sampah) dan 20 sd 25 botol 500 ml pupuk cair organik (1 persen dari berat sampah) - setiap hari.

Membuat kompos menggunakan Rotary Klin ini akan memerlukan biaya 4 kantong @ 7 Kg mineral penggembur (bulking agent, 3 % dari berat sampah) Green Phoskko @ Rp 5.000, - /kg dan 1 kg ~ 4 Pack aktivator (Green Phoskko, 1 permil) @ Rp 110.000, -/ kg atau totalsekitar Rp 250.000, -/batch produksi per 1 hari/ Unit IPKK.

Untuk keperluan komersial (hasil kompos dan organik cair dijual) , diperlukan tambahan biaya kemasan pupuk cair dan kemasan kompos padat bermerk sebanyak (100 pcs kantong kemasan kompos padat @ 5 kg = Rp 195.000 dan 20 botol @ 500 ml kemasan pupuk organik cair = Rp 105.000) , total Rp 550.000, - .

Dengan biaya diatas, akan menghasilkan 40 % kompos padat dari berat bahan sampah organik (atau semula 1 ton sampah, akan menjadi sekitar 400 kg kompos atau 80 hingga 100 kantong @ 4 atau 5 kg/ pack) . Disamping hasil kompos padat, terdapat juga 20 botol pupuk organik cair (liquid organic fertilizer) @ Rp 20.000 sd Rp 40.000, - / botol @ 500 ml ditambah pendapatan atas jasa kebersihan- yang jika dinilai sekitar Rp 1. 400.000,-/proses/ unit Instalasi IPKK/ hari. Sebagaimana diketahui, harga kompos Rp 1000, -/kg ditambahharga pupuk organik cair Rp 20.000, - hingga Rp 40.000, -/botol @ 500 ml.

Pendapatan retribusi kebersihan (typing fee) akan diperoleh ketika mengolah sampah lingkungan didalam kawasan perumahan berpendapatan tinggi (real estate, apartemen, condominium), atau menjadi kontraktor pengambilan sampah dari hotel, restoran maupun pasar.

Pada model jasa kebersihan suatu perumahan, akan terdapat pendapatan tambahan berupa " retribusi" kebersihan (typing fee) sekitar 200 rumah x Rp 25.000/ bulan = Rp 5.000.000, - . Uang kebersihan biasanya dikelola Rukun Warga (RW) maupun perusahaan pengembang (developer) . Kapasitas 5 unit Rotary Klin 3 m3 (IPKK) akan mampu mengolah sampah setiap hari, secara berkesinambungan, dari 200 sampai 250 rumah tangga (per keluarga 5 jiwa) .
Dari gambaran usaha kecil diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pengomposan skala komersial komunal bisa menjadi pilihan usaha dan menguntungkan secara ekonomi serta, dilain pihak, pasti memberi manfaat kepada perbaikan lingkungan kota - yakni dengan berhentinya lalulintas dari mobilisasi sampah melintasi kota menuju TPA maupun bersihnya sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) .

Dorongan kesadaran akan pentingnya kesehatan lingkungan maupun lahirnya UU No 18/2008 menjadi gairah baru adanya pembuatan kompos di lingkungan pabrik (kantin) , hotel, restoran, perumahan dan kawasan komersial lainnya.

Walaupun tidak untuk tujuan komersial, kini banyak juga perusahaan dan pabrik - dengan karyawan hingga ribuan orang- mengolah sampah kantin- penghasil limbah makanan ratusan kg hingga 1 ton/hari. Perlu diketahui, setiap orang menghasilkan sampah/ kapita/hari = 2, 9 liter. Dengan demikian, setiap 1000 orang karyawan pabrik, misalnya, akan menghasilkan 2900 liter (2, 9 m3) atau setara berat 1 ton.

Beberapa Pemerintah Kota/ Kabupaten (antara lain Kab Majalengka, Rembang, Pekalongan, Karawang, Bekasi, Manokwari, Ambon, Jakarta Utara, Donggala, Banda Aceh, Kota Cimahi, dll) serta instansi pemerintah (BKKBN, Depkumham bagi pengelolaan sampah Lapas di LP Tangerang, LP Cipinang Negara dan LP Narkotika, LP Salemba, LP Surabaya, LP. Banceuy, dll) telah memberi kepercayaan kepada Biophoskko membantu memecahkan masalah sampah yang selama ini sebagai unit biaya (cost centre) menjadi unit kerja dengan biaya mandiri.

Demikian juga beberapa perusahaan besar (Tbk) seperti PT Persero Gas Negara (PGN) - yang memberikan dukungan pada pengembangan komposter Rotary Kiln di berbagai lokasi di Bandung, PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Telkom Tbk, PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Tbk Jakarta - Bogor dan KIIC Karawang, Pertamina UP Cilacap, Pertamina UP Bunyu Tarakan, PT. Gudang Garam (Tbk) Kediri, PT. Bhineka Karya Manunggal - industri textil besar di Klari Karawang, Medco Oil & Gas Company Kaji Muara Enim, Mc Dermott Indonesia di Batam, PT Aneka Tambang (Persero) Halmahera, dll- menggunakan alat mesin ini dalam kepentingan pengelolaan sampah di lingkungan sendiri maupun bagi pembinaan masyarakat sekitar (PKBL) .
Beberapa perusahaan (pengembang perumahan PT Billpass Asri) di beberapa lokasi Sunter Jaya, Pejagalan, Tugu Selatan (Sunter Jakarta Utara) dan LSM (CHR Aceh, dll ) juga mempercayakan pembuatan model pengelolaan sampah oleh masyarakat kepada teknologi Biophoskko dalam melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) . Paket teknologi Biophoskko juga digunakan oleh perusahan besar - seperti PT ASTRA Company melalui Auto 2000 Soengkono Surabaya- dalam mendukung perolehan sertifikat ISO 14.000 dengan program “Clean and Green Company” di berbagai service point- nya.

Disamping program pengelolaan sampah non profit oriented diatas, juga terdapat pendirian Instalasi IPKK sebagai suatu bisnis - sebagaimana telah dilakukan Pengusaha ( misal Mr Petrus di Kutai Barat, Kukje Sangyo di Papua, Herman Gunawan - Tanjungraya Pontianak, Totok Maryadi- Yogyakarta, Toto peternak sapi di Malang, Moch Taviv Palembang, perkebunan di Mandoge Kisaran Sumut, Sigit di Dandangan Kediri, Danang di Semarang, dll) .
Permintaan pasar akan kompos kini makin besar sejalan dengan permintaan ekspor, keperluan reklamasi lahan tambang, permintaan petani organik serta dimulainya program pengembangan organik granul (POG) oleh subsidi Pemerintah melalui BUMN Pertanian. Dimulai tahun 2008 (385 rb ton) hingga 3 juta ton (tahun 2012) .

Informasi lebih lanjut dan detail, bisa dihubungi 085215497331 atau email ke klik di SINI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan dan Komentarnya, Sukses Untuk Anda...Amin

Info dari Situs LEKADnews Jakarta

LEKAD SEBAGAI LEMBAGA YANG TELAH BERPENGALAMAN DALAM KAJIAN, FASILITASI, PUBLIKASI DAN PELATIHAN DIBIDANG KERJASAMA DAERAH SEJAK 2005 MENAWARKAN PELATIHAN PEDOMAN DASAR PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KERJASAMA ANTAR DAERAH KEWILAYAHAN. PELATIHAN INI AKAN DISELENGGARAKANA PADA: HARI RABU S/D JUMAT 27-29 APRIL 2011, BERTEMPAT DI GRAHA WISATA KUNINGAN, JL. H.R RASUNA SAID KUNINGAN, JAKARTA_ INFO SILAKAN KONTAK WILDA (081314246402) ATAU H.ASRUL HOESEIN (085215497331) TERIMA KASIH.

Mengelola Sampah Rumah